Banyak pertanyaan di masyarakat mengenai ilmu pelet. Khususnya mengenai hubungan antara kehendak batin atau kemantapan hati dengan ilmu pelet.

Apakah memang benar ilmu pelet itu sangat berhubungan erat dengan kehendak batin manusia?

Tentu, semua itu ada hubungannya dan merupakan kesatuan yang tidak bisa dipishkan. Mengapa demikian?

Karena pada dasarnya ilmu pelet itu bersumber dari kepercayaan hati kita. Ilmu pelet akan manjur atau mujarab jika kita meyakininya dalam hati kita.

Tanpa adanya keyakinan maka ilmu pelet tersebut tidak akan berjalan seperti apa yang kita harapkan.

Dan ilmu pelet sendiri sifatnya umum, jadi siapapun mau mengamalkan ilmu pelet, jika dalam hati ada kemantapan maka ilmu pelet akan bereaksi sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh orang yang mengamalkannya.

Hal ini juga dibenarkan oleh ahli hipnotisme magnetisme bahwa ilmu pelet itu bereaksi berdasarkan oleh getaran magnetis yang dilakukan oleh seseorang kepada target tujuannya.

Hal ini berdasarkan teori bahwa getaran magnet yang kuat akan mengalahkan getaran magnet yang lemah. Selama ada kemantapan hati maka sugesti pelet tersebut akan sampai tepat pada sasaran orang yang dituju.

Contohnya seperti anda mengucapkan kalimat berikut, “Ani datanglah kepadaku, Ani datanglah kepadaku, Ani datanglah kepadaku” selama anda  sudah yaqin dan mantap dalam hati maka sugesti itu akan terkirim tepat pada target anda.

Dan tidak perlu waktu lama maka si target akan menemui anda tanpa ada angin dan tanpa ada badai.

Sebenarnya keampuhan pelet selain terletak pada kemantapan hati atau batin, juga terletak pada bahasa yang digunakan. Kenapa demikian?

Karena pada dasarnya otak kita bisa menerima  dan fokus apa yang kita ucapkan, yaitu ketika kalimat atau mantra tersebut bisa kita fahami.

Selama mantra tersebut tidak bisa kita fahami makal akal fikiran manusia sulit menerimanaya.

Jadi pada dasarnya bukan mantranya yang ampuh tapi pemahaman makna mantra dan kemantapan hati kitalah yang bisa menghantarkan sinyal-sinyal pelet tersebut tepat terkirim pada target.

Jadi disini dapat saya tarik  simpulan bahwa sebenarnya mantra atau kalimat-kalimat yang kita ucapkan ketika melakukan pelet kepada target, itu sebenarnya hanyalah sarana atau peranta.

Dan yang menjadi pokok manjurnya pelet adalah terletak pada keyakinan batin kita.