Selama ini masyarakat awam beranggapan bahwa citra diri yang berwibawa adalah pribadi yang ditakuti orang lain. Padahal berwibawa dan ditakuti adalah dua hal yang berbeda.

Berwibawa adalah kondisi manakala orang-orang disekitar Anda menjadi sangat segan. Bukan karena tertekan, tetapi karena kerelaan untuk bersikap ramah dan baik kepada Anda.

Ketika Anda memancarkan energi kewibawaan, maka orang lain senantiasa merasa begitu nyaman dan akrab dengan Anda. Dan bahkan merasa aman karena bersama Anda.

Sebaliknya, ditakuti yaitu kondisi dimana orang-orang yang ada di sekitar Anda justru merasa terancam karena kehadiran Anda. Orang-orang yang berhadapan dengan Anda justru merasa tertekan.

Sikap ramah yang ditunjukkan kepada Anda, bukanlah sikap ramah yang tulus dan apa adanya. Tapi lebih terasa dibuat-buat. Agar dirinya merasa aman saat berhadapan dengan Anda.

Di dalam tulisan ini, akan diulas ijazah ilmu Wali Jawa untuk meningkatkan daya pengasihan dan energi kewibawaan yang ada pada diri Anda.

Ilmu ini termasuk ilmu hikmah yang diwariskan para wali Jawa. Terutama untuk membantu Anda meningkatkan kharisma (kewibawaan).

Berbeda dengan ilmu-ilmu kuno yang lain, ilmu Kewibawaan wali Jawa ini tidak memerlukan puasa dan lelaku tirakat yang rumit.

Cukup dengan mengamalkan wirid yang dilakukan secara rutin. Wiridnya sebagai berikut:

Bismillahir rohmanirrohiim

Bad’tu bibismillahi ruuhi biihtaadat

Ila Kasufiasyrorin bibathinihin thawat

 

Amalan ini paling sedikit dibaca sebanyak 4 kali, setiap selesai sholat Fardhu (Lima waktu). Namun bila ingin dibaca satu kali dalam satu hari, maka hitungannya dibaca minimal 44 kali.

Selain dengan wirid tersebut, ada alternatif lainnya untuk mendapatkan energi kewibawaan sekaligus energi pengasihan.

Untuk amalan kedua ini membutuhkan lelalu puasa mutih selama 7 hari 7 malam, dan pada malam terakhir dilakukan puasa patigeni. Tirakatnya dimulai pada hari Kamis wage. Bacaannya sebagai berikut:

Bismillahir rahmanir rahiim

Shallallaahu ‘alaihi wasallam

Sadu sadat kang palenggahan ing pakurungan

Dat kang pituduh eling ilang ing paningal

Dat urip tak kena pati

Langgeng tan kena rusak

Jabang bayi …… (sebut namanya)

Ayo melu turu karo aku

Rasaku karo rasamu duwur rasaku

Ruhmu karo ruhku duwur ruhku

Kamaku karo kamamu duwur kamaku

 

Jika ini dimanfaatkan untuk menarik sirnpati seseorang (media ilmu pelet pengasihan), Maka sebut saja namanya.

Sedangkan jika untuk pengasihan umum. Atau, untuk mendapatkan dukungan dari banyak orang, maka sebutan (yang ditandai dengan ‘titik-titik’) kalimatnya diganti

“wong sabuwana kabeh”.

 

Menurut para ahli ilmu batin, kekuatan karisma seseorang itu ditentukan dari kekuatan aura atau cahaya metafisik tak kasat mata yang mengitasi tubuh manusia.

Karena itu, seseorang walau tidak memiliki ilmu/ajian, namun jika auranya bagus, maka daya karisma dan wibawanya pun sangat bagus. dan ini terjadi secara alamiah. Tidak dibuat dengan sengaja.

baca juga: 5 Ragam Ilmu Pelet Semar yang Tersebar di Nusantara

 

CATATAN: Ijazah Ilmu Wali Jawa yang Saya tuliskan hanya ditujukan sebagai wawasan literatur kuno semata. Segala konsekuensi yang muncul akibat Anda mengamalkan ijazah ini tanpa bimbingan guru, di luar tanggung jawab Saya.