ilmu pelet pengasihan mahabbah surat at taubah

Mahabbah Pengasihan Surat At-Taubah – Di kalangan santri, selain mahabbah surat yusuf, mahabbah surat at taubah juga cukup populer. Para ahli hikmah menyatakan dua ayat terakhir dari Surat At-Taubah mengandung banyak fungsi.

Jika diamalkan secara istiqomah dan serius atas petunjuk seorang guru, disitu tersimpan hikmah yang luar biasa yang dapat memberikan manfaat bagi ummat manusia.

Para ahli hikmah menyebutkan, mengamalkan dua surat terakhir (surat At-Taubah), yaitu ayat 128 dan ayat 129, fadhilahnya yaitu agar Allah memberikan kebaikan dan pertolongan dalam segala situasi dan kondisi.

Begitu besarnya hikmah yang tersembunyi dari amalan surat At Taubah itu, banyak para santri mengamalkannya sebanyak 7 kali ulangan setiap usai shalat fardhu.

Bagi orang yang sulit jodoh, cintanya tertolak, ada perasaan cinta tak berani mengutarakan, selalu gagal dalam hal perjodohan, dan berbagai masalah lainnya yang berkaitan dengan asmara. Insya Allah, dengan mewiridkan amalan pelet pengasihan Surat At-Taubah akhir ini menyebabkan Allah memberikan kemudahan untuk berhasil, sesuai yang dicita-citakan.

Mudah mendapatkan pasangan setia, dijauhkan dari malapetaka yang sering menimbulkan kesialan dalam pernikahan, serta lebih mudah mendapatkan pasangan yang tepat.

Yang dimaksud mahabbah pengasihan Surat At Taubah ayat terakhir adalah:

pengasihan mahabbah surat at taubah

 

Laqod jaa ‘akum roslun min anfusikum ‘aziyzun ‘alayhim maa ‘anitthum harisun ‘alaykum bil mukminiyna roufurrohim (128) fain tawallaw faqul hasbiyallahu, laa ilaaha illa huwa, ‘alayhi tawakkaltu wahuwa robbul ‘arsyil ‘adzim

 

baca juga: Ilmu Pengasihan Mahabbah Asmaul Husna, Pelet Putih untuk Membangkitkan Kewibawaan Diri

Mengambil Manfaat Pengasihan Mahabbah Surat At Taubah

Mewiridkan secara rutin ayat tersebut, fadhilah atau keutamaanya yaitu agar Allah melindungi kita dari segala marabahaya dan mempermudah semua yang dikehendaki dan dicita-citakan.

Untuk kepentingan membangkitkan kharisma, membangkitkan daya pengasihan alami, serta untuk memikat lawan jenis, pengamalannya sebagai berikut:

  • Puasa 1 hari (pada hari Kamis) yaitu puasa biasa.
  • Pada saat berbuka, hanya boleh makan makanan yang tidak mengandung garam dan nyawa. Termasuk juga penyedap rasa yang bahan-bahannya ada unsur nyawa.
  • Setelah shalat Mahrib membaca ayat tersebut di atas minimal 100 kali ulangan, dan setelah shalat Isya’ juga 100 kali ulangan.
  • Mulai dari waktu setelah shalat Subuh (Jum’at pagi) amalan tersebut dibaca 7 kali setiap usai shalat.

 

 

Amalan Mahabbah Pengasihan untuk Memikat Wanita/Pria

  • Jika ditujukan pada seseorang (bukan mahabbah secara umum) sebelumnya kirim doa (Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW, para muslimin semua, khusus kepada seseorang. Sebut nama dan binti (nama ibunya) dan bacakan Surat Al-Fatihah 7
  • Setelah itu baru memulai wirid.
  • Dibaca rutin setiap hari dan tidak boleh putus satu hari pun.

Dalam amalan tersebut terdapat kalimat “kunci”. Ibaratnya, amalan kunci ini fungsinya sebagai bahan bakar agar amalan utama yang dilakukan lebih tercepat terijabah dan segera mendapatkan hasil yang memuaskan.

Amalan kunci yang dimaksud yaitu, diluar anda mengamalkan wirid rutin, pada saat-saat lepas anda harus banyak membaca shalawat Nabi –Allahumma shalli ala Muhammad, atau yang paling singkat, Shallallah ala Muhammad-

Lalu disambung dengan kalimat “Hasbiallah” saja, dan membacanya berulang-ulang.

Disebutkan dalam sebuah hadis, barangsiapa membaca kalimat “Hasbiallah” 7 kali ulangan, walau dengan bercanda sekalipun maka Allah akan mengabulkan niatnya.

Nah, jika dengan bercanda saja dikabulkan, tentu akan lebih dikabulkan jika mengamalkannya dengan sungguh-sungguh.

Kalimat kunci “Hasbiallah” juga harus dibaca berulang-ulang disaat anda berhadapan dengan seseorang yang ingin ditarik simpatiknya.

Selain sebagai mahabbah pengasihan pemikat wanita dan pria, dengan mengamalkan surat AT Taubah ini, Anda tidak perlu azimat, mustika, atau apapun yang berkhasiat sebagai benteng gaib atau kekebalan.

Sebab amalan ini juga berfungsi untuk meredam niat jahat seseorang, sehingga untuk bela diri pun semestinya lebih efektif.  Karena orang yang niat jahatnya sudah hilang, tentu tidak akan menjahati secara fisik.

Simpan